Identifikasi Masalah untuk Penyempurnaan FREL-2016 Indonesia
Abstract
Rujukan Tingkat Emisi Hutan pertama Indonesia (FREL 1) telah diserahkan kepada Konvensi Kerangka
Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) pada 2015 dan direvisi pada 2016 (FREL-2016). FREL
Pertama bertujuan untuk mengkaji kegiatan pengurangan emisi dari deforestasi, degradasi hutan,
peningkatan cadangan karbon hutan, pengelolaan hutan berkelanjutan, dan konservasi karbon hutan
(REDD+) pasca-2012. Green Climate Fund menyetujui proposal Indonesia yang mengakses pembayaran
REDD+ sebesar US$103,8 juta untuk periode 2014-2016. Pemerintah Indonesia telah mengidentifikasi
kesenjangan dan potensi penyempurnaannya yang kemudian didokumentasikan dalam FREL-2016 oleh
tim penilai teknis UNFCCC untuk pengkajian FREL-2016.
Studi ini mengidentifikasi belum disertakannya sejumlah aktivitas, kantong penyimpanan karbon, dan
gas ke dalam FREL- 2016 agar sesuai dengan rencana penyempurnaan; serta rekomendasi dari penilaian
teknisnya. Para pemangku kepentingan di Indonesia mengidentifikasi adanya kesenjangan pada saat
lokakarya “Peningkatan Kapasitas Suplemen Lahan Basah IPCC 2013 dan Diagnostik FREL” April 2020.
Sebagai tambahan, kami menggunakan Suplemen Lahan Basah IPCC 2013 untuk mengidentifikasi
kesenjangan pendugaan dan penyerapan emisi dari perubahan tutupan hutan serta kebakaran
mangrove dan lahan gambut.